Baru-baru ini saya ditanya mengenai buku-buku yang sangat mempengaruhi saya. Tanggung jawab di Wallex membuat saya menjadi sangat sibuk, sehingga sulit untuk bisa membaca buku sebanyak yang saya mau (saya sangat menyesal). Meskipun begitu, saya sering kali membaca ulang buku-buku tertentu yang meninggalkan kesan mendalam bagi saya. Dan buku nomor satu yang paling sering saya baca adalah The Hard Things About Hard Things yang ditulis oleh Ben Horowitz.

“The only thing that prepares you to run a company is running a company.” -- Ben Horowitz

Saya percaya bahwa tantangan akan membuat kita menjadi semakin kuat, dan menguatkan kita untuk menghadapi berbagai kesulitan dengan ketabahan dan tekad. Sama seperti manusia biasa, Perusahaan juga mengalami situasi pasang surut. Dan terlepas dari apa apa yang dikatakan orang lain, tidak ada satupun bisnis yang sempurna, terlebih dalam masa-masa tak menentu seperti sekarang ini. Di dalam buku ini, Horowitz merangkum keadaan ini secara sempurna. Dia juga mengakui kesalahan dan keputusan-keputusan yang keliru yang merusak perjalanan profesionalnya dalam memimpin perusahaan bernilai miliaran dollar. Dan meskipun semuanya itu terlihat sangat buruk di awal, tapi pada akhirnya itu semua mengajarkan pelajaran berharga tentang kepemimpinan, keberanian, dan kehidupan. Perjalanan yang mulus? Tidak!

Saya sangat menyukai buku ini karena setiap kali saya membacanyanya, saya merasa seolah-olah buku ini ‘berbicara’ kepada saya.

Dengan sifat kebijaksanaannya yang berkarakter dan kejujurannya yang tak tergoyahkan, Horowitz menjelaskan bagaimana dia naik turun membangun perusahaan dan pada akhirnya menjual perusahaan softwarenya, Opsware. Dia membawa Anda melalui proses berpikirnya dan alasan di balik beberapa dari keputusan yang dia buat. Pengetahuan yang luar biasa ini, dibumbui dengan contoh kehidupan nyata yang jenaka, yang membuat buku ini sangat menarik untuk dibaca, dan juga sangat inspiratif. Semua hal dalam buku ini memberi Anda pemahaman tentang bagaimana cara memecahkan suatu masalah, bahkan untuk masalah-masalah yang tampak sulit, seperti:

  • Berdamai dengan kesulitan dan keputusan sulit yang harus diambil
  • Tidak semua masalah memiliki solusi
  • Menumbuhkan budaya perusahaan dengan lebih banyak percaya dan meminimalisir politik, dan
  • Jadikan kepentingan Anda untuk membuat orang lain bahagia

Semua hal  ini sangat memberi arti jika Anda adalah pemimpin sebuah perusahaan.

Ngomong-ngomong, jika perusahaan Anda pernah berurusan dengan perusahaan modal ventura, Anda mungkin terbiasa dengan nama Andreesen Horowitz. Ya, dia adalah orang yang sama dengan Ben Horowitz! Di buku Horowitz juga memberikan petunjuk tentang bagaimana dia dan Marc Andreessen, yang awalnya adalah pendiri Opsware, kemudian menjadi salah satu pendiri Andreesen Horowitz. Perjalanan ini sendiri bukan tanpa tantangan atau kekalahan yang menghancurkan jiwa, tetapi daripada menyerah, mereka memilih untuk mengumpulkan sinergi  dan mendirikan VC yang besar sampai saat ini.

Jadi, itulah pendapat saya mengenai buku The Hard Things About Hard Things. Adapun empat buku lain yang saya rekomendasikan untuk para C-level adalah:

  1. Measure What Matters karya John Doerr
  2. The 7 Habits of Highly Effective People karya Steven R Covey (a classic!)
  3. Principles karya Ray Dalio
  4. Atomic Habits karya James Clear

Seseorang pernah bertanya kepada saya, jika saya akan menulis buku untuk para pemimpin bisnis dan eksekutif, apa yang akan saya bahas di buku itu. Sebenarnya, akan ada dua hal yang akan saya bahas:

  1. Pentingnya 'grit': Saya percaya bahwa grit adalah salah satu elemen kunci dari 'formula startup'. Grit menciptakan semangat yang dibutuhkan untuk terus berkembang dari kegagalan ke kegagalan lain tanpa kehilangan antusiasme untuk terus menjadi sukses. Hal ini memungkinkan para founder untuk terus mencari solusi bahkan ketika dihadapkan pada skenario 'jalan buntu'. Grit seringkali diremehkan. Tetapi seharusnya tidak demikian!
  2. Bagaimana mengatasi perbedaan budaya di Asia Tenggara: Yang satu ini pasti sangat menarik! Perusahaan non-Asia yang ingin menjalankan bisnis di wilayah yang terfragmentasi ini akan menghadapi banyak tantangan. Perbedaan budaya akan menjadi salah satu tantangan terbesar. 'Buku panduan' saya akan membantu para eksekutif mengidentifikasi dan menangani berbagai perbedaan budaya di Asia Tenggara. Saya pikir mereka akan merasa sangat terbantu!

Kirimkan pesan Anda untuk saya jika Anda ingin mendengar pendapat saya mengenai 4 buku lainnya!