Sebagai UKM Indonesia, Anda bekerja keras untuk membuat bisnis Anda semakin sukses.

Vendor, pemasok, kontraktor, karyawan, dan freelancer internasional Anda adalah bagian penting dari perusahaan Anda, dan Anda melakukan segala upaya untuk membayar mereka secara penuh dan tepat waktu. Ini sangatlah mengagumkan.

Tetapi pertanyaannya adalah - bagaimana cara Anda membayar mereka? Jika Anda menjawab, "melalui transfer bank internasional", berhentilah membuang-buang uang Anda!

Transfer bank internasional adalah salah satu cara paling mahal untuk melakukan pembayaran ke luar Indonesia.

Nah, itu adalah kabar buruknya. Kabar baiknya adalah ada cara lain yang lebih murah untuk melakukan transfer uang ke luar negeri. Baca selengkapnya untuk mengetahui lebih lanjut.

Fokus utama dari artikel ini adalah transfer internasional (pembayaran) untuk tujuan bisnis. Namun, pesan utamanya  juga berlaku untuk perorangan.

Biaya transfer bank internasional dari Indonesia

Globalisasi telah membuat dunia menjadi lebih kecil. Ini berlaku di Indonesia seperti juga di tempat lain di dunia. Berkat globalisasi dan posisi Indonesia yang semakin kuat di kerjasama perdagangan internasional seperti ASEAN, hubungan perdagangan internasional Indonesia telah berkembang pesat selama beberapa dekade terakhir. Pada 2018 misalnya, Indonesia menempati peringkat 28 dunia dalam hal total impor, dengan total impor barang senilai US$ 180 miliar dari negara tetangga seperti Tiongkok, Jepang dan Singapura, serta negara lain seperti Amerika Serikat, Australia, dan Jerman. Selain itu, banyak perusahaan Indonesia, bahkan UKM kini berbisnis dengan partner luar negeri seperti kontraktor, vendor, dan pemasok. Artinya kebutuhan akan transaksi keuangan internasional - dan metode untuk melakukan transaksi tersebut - juga semakin meningkat.

Sebagian besar perusahaan Indonesia, termasuk UKM, mengandalkan transfer antar bank internasional untuk melakukan transaksi antar negara. Namun, transaksi ini bisa menjadi sangat mahal dan berdampak besar pada biaya operasional perusahaan, dan akhirnya pada keuntungan mereka. Ini karena sebagian besar bank konvensional di Indonesia menawarkan nilai tukar mata uang yang lebih rendah (yang berbeda dari satu bank ke bank lain) dan membebankan biaya tambahan yang cukup besar pada nilai tersebut saat mentransfer uang ke luar negeri. Ini berlaku apakah Anda mentransfer uang keluar dari Indonesia ke AS, India, Jerman, Selandia Baru, maupun negara-negara lain. Jadi, setiap kali ada konversi mata uang - dan akan selalu ada setiap uang keluar dari Indonesia - perusahaan pada akhirnya akan kehilangan uang.

Mungkin juga ada biaya tersembunyi tinggi lainnya, yang dapat meningkatkan biaya transfer uang internasional Anda menjadi lebih tinggi. Biaya transfer dan biaya konversi mata uang ini berlaku meskipun Anda menggunakan bank dengan kantor pusat di negara penerima dan memiliki cabang di Indonesia. Berikut beberapa contoh yang menggambarkan masalah ini.

Contoh 1: Misalkan Anda adalah bisnis kecil di Indonesia dengan pemasok dari Eropa. Karena IDR jauh lebih lemah dari EUR - dan diperkirakan akan tetap demikian - nilai tukar ini sudah langsung merugikan Anda. Selain itu, perbedaan nilai jual-beli antara IDR dan EUR jauh lebih tinggi daripada perbedaan nilai jual-beli antara IDR dan USD. Semakin besar perbedaannya, semakin banyak uang Anda yang akan hilang karena konversi mata uang.

Jadi jika Anda ingin membayar pemasok Anda €10.000, berikut adalah perbandingan singkat berapa banyak yang Anda akhirnya harus bayar dengan menggunakan bank lokal versus Wallex:


Jadi dengan Wallex, Anda tidak hanya mendapatkan nilai tukar yang lebih baik, tetapi perbedaan biaya juga bisa cukup besar. Ini berarti Anda dapat banyak menghemat uang setiap kali melakukan pembayaran keluar dalam Euro - jika Anda menggunakan Wallex.

Contoh 2: Anda ingin melakukan pembayaran di Thailand dalam Baht Thailand (THB). Tapi bank-bank di Indonesia tidak menjual THB! Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda mengirimkan IDR kepada seseorang di Singapura melalui transfer antar bank. Mereka kemudian mengirimkannya ke Thailand melalui transfer antar bank lainnya. Atau mungkin Anda pergi ke money changer untuk menukar IDR -> USD di Indonesia lalu USD -> THB di Thailand. Dalam kedua kasus tersebut, konversi mata uang terjadi dua kali, jadi Anda akhirnya membayar biaya transfer dan menimbulkan margin FX dua kali. Meskipun biaya transfer mungkin masih masuk akal, tetapi biaya konversinya bisa sangat besar. Jika Anda melakukan transfer besar atau beberapa transfer kecil dalam jangka waktu tertentu, pengeluaran ini akan sangat menguras kantong Anda.

Bank internasional mengenakan biaya transaksi berikut untuk pengiriman uang keluar (Telegraphic Transfers) dari Indonesia:

Padahal sebenarnya biaya yang dikeluarkan bank untuk mengirimkan uang Anda ke luar negeri tidak sebesar itu. Bank-bank ini hanya mengenakan biaya dan komisi sesuka mereka tanpa secara transparan menginformasikan kalkulasi biaya kepada Anda. Selain itu, mereka memanfaatkan fakta bahwa Anda, pelanggan mereka, tidak mengetahui atau melihat semua biaya yang terlibat dalam transaksi. Beberapa biaya tidak disebutkan ('disembunyikan'), sehingga pelanggan tidak memperhatikannya dan berpikir bahwa ini adalah biaya normal pengiriman uang internasional. Beberapa bank memang memberitahu Anda jumlahnya - tetapi hanya setelah Anda melakukan transaksi. Akhirnya Anda membayar lebih dari yang Anda harapkan atau ketahui.

Dan jika Anda masih berpikir bahwa biaya ini terjangkau (atau nilai tukarnya masuk akal), pikirkan lagi! Bank sering 'menaikkan' nilai tukar untuk meningkatkan keuntungan mereka. Meskipun beberapa rupiah mungkin kedengarannya tidak banyak, ketika Anda mengalikan jumlah ini dengan USD2,000 atau JPY2,00,000 yang Anda rencanakan untuk dikirim ke luar negeri, semuanya dapat menambah biaya yang besar bagi Anda dan juga membuat perbedaan besar dalam jumlah yang akhirnya diterima oleh penerima Anda. Jadi semakin banyak uang yang Anda transfer - dan semakin sering Anda mentransfer uang - ke luar Indonesia, semakin banyak Anda akan membayar biaya dan ongkosnya. Jumlah ini dapat sangat mempengaruhi laba bisnis Anda dalam jangka panjang.

Tantangan lain transfer bank internasional dari Indonesia

Jika biaya tinggi tidak cukup membebani Anda, pertimbangkan masalah lain yang akan Anda hadapi saat mencoba mengirim uang ke luar negeri dari Indonesia melalui transfer bank:

  • Proses transfer yang lambat: Transfer bank dapat memakan waktu 2 - 5 hari dan terkadang lebih lama. Contohnya, jika Anda melakukan transfer pada hari Jumat sore di Indonesia ke bank di Selandia Baru - yang 5 jam lebih awal- maka transaksi tidak akan diproses hingga Senin pagi. Penundaan juga biasa terjadi karena adanya hari libur bank di negara penerima.
  • Adanya jumlah minimum atau maksimum: Batasan ini akan berbeda di setiap bank. Untuk mentransfer dalam jumlah yang lebih besar, Anda mungkin harus menyelesaikan beberapa formalitas (alias 'dokumen-dokumen') yang dapat menunda pembayaran Anda.
  • Produk atau layanan yang tepat: Untuk transfer bisnis, Anda mungkin memerlukan rekening dalam mata uang asing untuk mengelola atau 'melindungi' risiko mata uang Anda. Rekening ini dapat membantu Anda mengunci nilai tukar saat Anda membayar kontraktor luar negeri. Namun tidak semua bank menyediakan rekening seperti itu sehingga besar kemungkinan Anda akan kehilangan uang karena fluktuasi nilai tukar.
  • Layanan pelanggan: Bank Indonesia bekerja pada jam kerja standar Indonesia. Jadi jika Anda membutuhkan pelayanan 24/7 melalui telepon, email atau chat online, ini mungkin tidak dapat dilakukan.

Cara yang lebih murah dan mudah untuk mengirim uang ke luar negeri dari Indonesia

Dengan Wallex, Anda akan mendapatkan nilai tukar terbaik dan biaya transaksi yang sangat rendah dibandingkan dengan bank. Selain itu, tidak ada biaya tersembunyi, hanya transparansi 100% - terjamin.

Keuntungan Wallex:

  • Kemudahan pembayaran langsung ke 46 mata uang di seluruh dunia termasuk Thai Baht, Peso dan Vietnamese Dong yang biasanya tidak didukung oleh bank.
  • Biaya yang paling rendah, hanya Rp 100.000. Transparansi penuh; tidak ada biaya-biaya tersembunyi.
  • Account Manager dan layanan dealer khusus, berapapun besaran transaksi yang Anda lakukan - yang biasanya disediakan hanya untuk klien bertransaksi tinggi oleh bank.
  • Tampilah penghubung online yang mudah digunakan, dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis. Tidak ada batasan jumlah atau frekuensi transaksi.
  • Dukungan pelanggan 24x7 dalam Bahasa Indonesia melalui telepon, email dan chat untuk perusahaan di Indonesia.
  • Efisiensi operasional yang lebih baik dengan fitur-fitur canggih seperti persetujuan multi-level dan unggahan pembayaran sekaligus dalam jumlah banyak.

Seperti yang telah kita lihat, transfer bank bukanlah pilihan yang baik untuk mentransfer uang ke luar Indonesia.Jadi seperti yang kami katakan di awal artikel ini: berhentilah membuang-buang uang Anda dan melangkah lebih jauh dengan solusi pengiriman uang internasional dari Wallex.